Mempertahankan “Nilai Jual”

Bagi masyarakat Indonesia memang terdengar sedikit asing mengenai “toko Secondhand” atau “Garasi Sale”. Masyarakat Indonesia lebih mengenal istilah “barang-barang loak” yang dijual di sebuah toko loak atau pasar loak. Barang-barang loak cenderung usang atau nilai gunanya sudah mengalami penurunan. Sedangkan barang-barang yang dikenal sebagai barang secondhand yang banyak diterima masyarakat Indonesia berupa Barang-barang elektronik seperti komputer, tv, handphone ataupun mobil. Entah karena tidak umum atau bagaimana sehingga image dari barang-barang secondhand diluar dari barang-barang yang disebutkan masih kurang banyak peminatnya.

Bila di luar negeri kita akan sangat mudah menemukan banyak sekali penjual barang-barang secondhand di kota, di acara “Sunday Market” atau “Garage Sale” para tetangga menjual barang-barang yang sudah tidak terpakai yang mereka miliki di depan rumah. Dan barang-barang yang di jual umumnya adalah barang apapun yang sudah tidak mereka pakai, seperti keramik, boneka, buku, sepatu dan lain-lainnya. Sedangkan di Indonesia, kita bisa menemukan toko barang-barang secondhand “Toko Babe (Barang Bekas)” di kota Bandung, disana kita bisa membeli maupun titip jual, kita bisa menemukan barang-barang second ber-merk dengan harga miring dan cukup banyak peminatnya hingga kini.

Dengan mencermati hal-hal tersebut, mungkin di akan datang kita akan lebih selektif dalam membeli barang-barang baru, setidaknya bila kita membeli barang baru yang berkualitas baik maka apabila nantinya barang tersebut sudah tidak kita pakai, akan tetap mempunyai nilai jual lebih tinggi daripada barang-barang baru yang dibeli dengan kualitas kurang. Selain itu kita menjadi lebih merawat (lebih sayang) pada barang-barang yang telah kita miliki, siapa tahu nantinya bisa kita jual kepada orang kedua atau ketiga sehingga barang tersebut mempunyai manfaat berulang. Daripada kita menyimpan barang yang sudah tidak terpakai digudang atau bahkan membuangnya begitu saja.